Sosok Sahabat Sejati Berdasarkan Anggapanmu, yang Sebetulnya Kurang Tepat

Sosok Sahabat Sejati Berdasarkan Anggapanmu, yang Sebetulnya Kurang Tepat

Sosok Sahabat Sejati Berdasarkan Anggapanmu, yang Sebetulnya Kurang Tepat

Memiliki sahabat yang bisa kita percayai dan di andalkan, tentu menjadi harap banyak orang. Oleh karena itu, kehadiran sosok sahabat sejati selalu di harapkan oleh banyak orang untuk ada dalam kehidupannya.

Berbicara soal sahabat sejati, ada banyak sekali anggapan yang sebetulnya kurang tepat untuk menggambarkan sosok sahabat sejati ini. Dan perlu untuk di pahami ulang oleh seluruh orang. Penasaran? Di lansir dari epl-int.com, yuk langsung simak ulasan berikut!

1. Menganggap kalau sahabat sejati akan selalu sesuai harapanmu

Di kutip dari laman Poker Deposit Pulsa 10000, kualitas yang ada dalam diri seorang sahabat sejati memang tidak perlu untuk di ragukan. Akan tetapi, bukan berarti sahabat sejati akan selalu sesuai dengan gambaran dan harapanmu.

Artinya sahabatmu juga hanyalah seorang manusia biasa yang juga punya kekurangan. Ya, sahabatmu tentu tidak akan bisa sempurna dalam segala hal. Justru hubungan persahabatan yang kuat itu harusnya saling melengkapi, ‘kan?

2. Menganggap kalau sahabat sejati akan selalu sependapat dan saling setuju

Sahabat sejati biasanya punya kecocokan denganmu dalam banyak hal. Namun bukan berarti ia akan selalu setuju dan sependapat padamu, ya.

Setiap orang punya cara dan pola pikirnya masing-masing sehingga berbeda pendapat adalah hal yang biasa. Jadi, rasanya memang kurang tepat kalau di katakan sahabat sejati itu akan selalu sependapat dengan diri kita.

3. Menganggap kalau hubungan timbal balik yang sehat itu tidak perlu dalam bersahabat

Hubungan persahabatan itu juga perlu keseimbangan agar tetap terjaga dengan baik. Keseimbangan di sini adalah hubungan timbal balik yang saling memberi dan menerima secara tepat.

Ada kalanya kamu yang butuh bantuan sahabatmu dan ada kalanya sahabatmu yang memerlukan bantuanmu. Jadi saling membantu itu penting dan hubungan timbal baik perlu di lakukan secara sehat agar timbul ketulusan dan kepercayaan antara satu sama lain.

4. Menganggap sahabat sejati selalu bisa mengetahui dan memahami perasaanmu meski tidak di utarakan

Hubungan persahabatan yang sudah terjalin dengan baik dan lama, pastilah menimbulkan semacam ikatan batin. Maksudnya ikatan batin yang bikin satu sama lain mudah mengerti maksud masing-masing.

Meski begitu, kurang tepat jika menganggap sahabat sejati pasti selalu mengetahui dan memahami perasaanmu meski tidak di utarakan. Lebih bijak jika kamu mengutarakan langsung apa yang hendak kamu sampaikan. Pentingnya hal ini adalah untuk menjalin komunikasi dan mencegah kesalahpahaman yang tentunya tidak di inginkan.

5. Menganggap kalau melakukan kesalahan berulang kali itu boleh-boleh saja karena sahabat sejati akan selalu memahami dan memaafkan

Mungkin cukup wajar dan masih bisa di maklumi jika kamu secara tidak sengaja melakukan kesalahan pada sahabatmu.

Namun jika kesalahan itu terus di ulangi karena menganggap sahabat sejati akan selalu memahami dan memaafkan, tentu pemikiran ini sangat tidak bijak dan perlu segera di ubah. Tentunya setiap orang juga punya batas kesabarannya masing-masing, ‘kan?

Jadi, kelima anggapan di atas sebaiknya di renungkan kembali apakah sudah tepat atau tidak. Jangan sampai anggapan yang kurang tepat tersebut malah membuat hubungan persahabatan menjadi renggang.