Polisi Tangkap Pembuat Video Salat

Polisi Tangkap Pembuat Video Salat

Polisi Tangkap Pembuat Video Salat Sambil Joget di TikTok

Polisi Tangkap Pembuat Video Salat Sambil Joget di TikTok – Kepolisian Resor Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menangkap seorang wanita tersangka yang sempat viral di media sosial karena membuat video salat sambil berjoget pada aplikasi TikTok.

Tersangka berinisial RE berusia 19 itu telah menjalani proses pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Lombok Tengah. “Semalam yang bersangkutan dijemput anggota dari rumahnya,” ucap Artanto dikutip dari Daftar Poker Online Indonesia.

Dalam video tersebut, RE terekam tengah melakukan salat dengan mengenakan mukenah putih. Usai melakukan gerakan iktidal atau bangun dari rukuk, dia berjoget-joget mendengar lantunan musik remix.

Aksi perempuan itu pun mengundang kontrovesi di media sosial. Banyak netizen yang menganggap tersangka telah melakukan penistaan agama. Tersangka terancam pidana Pasal 156 KUHP tentang Penistaan Agama dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Jadi untuk sementara kami akan menerapkan Pasal 156 KUHP dan Undang-undang ITE, dengan ancaman hukuman 5 tahun,” kata Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 bentukan Presiden Joko Widodo bekerja sama dengan TikTok dalam meluncurkan kampanye mudik online. Kampanye ini diluncurkan untuk mendukung kebijakan pemerintah mengenai larangan mudik pada lebaran 2020 atau Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Mudik memang sudah menjadi tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk merayakan Idul Fitri. Akan tetapi, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudik untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

“Program #MudikOnline dengan TikTok merupakan salah satu upaya dalam memberikan solusi yang kreatif, sehingga masyarakat tetap bisa terhubung dengan keluarganya di kampung halamannya dan merayakan hari raya Idul Fitri, meskipun tetap melakukan physical distancing,”

TikTok juga menghadirkan kampanye

Lebih lanjut, pihak kepolisian mengharapkan masyarakat dapat mengambil pelajaran agar lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial. Berdasarkan data “Digital 2020: Indonesia” dari Hootsuite, terdapat 171 juta pengguna mobile internet dan jumlah ini cenderung meningkat selama pandemi Covid-19.

Apalagi di masa sulit menghadapi pandemi virus corona (Covid-19) ini, masyarakat diharapkan agar tidak berbuat hal yang dapat mengundang keresahan dan kebencian, utamanya yang menyangkut pelecehan keyakinan dalam beragama.

Berdasarkan keterangannya di hadapan penyidik, RE telah mengakui bahwa perbuatannya salah dan meminta maaf telah menimbulkan kegaduhan. RE juga telah membuat pernyataan permohonan maaf dalam rekaman video.

#MudikOnline jelang lebaran 2020 merupakan salah satu upaya TikTok dalam mendukung pemerintah menanggulangi Covid-19 melalui keberagaman konten.

Sebelumnya, TikTok juga menghadirkan kampanye #SamaSamadiRumah dengan 7,8 miliar views untuk mengajak masyarakat melakukan berbagai kegiatan produktif di rumah.

kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo dalam keterangan resmi, Senin. Selain itu TikTok epl-int.com juga memberikan bantuan tunai sebesar Rp100 miliar bagi tenaga kesehatan yang disalurkan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Indonesia.

“Saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya karena saya sudah membuat video yang tidak bermanfaat. Saya akui kesalahan saya, saya hilaf dan tidak sadar bahwa apa yang saya lakukan itu salah,” kata RE.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto dalam keterangan pers pada Selasa menerangkan, wanita itu dijemput dari rumahnya di wilayah Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, pada Senin malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *