Pizza Hut Terancam Bangkrut

Pizza Hut Terancam Bangkrut

Pizza Hut Terancam Bangkrut

Pizza Hut Terancam Bangkrut – Ratusan hingga ribuan bisnis mendapatkan tekanan berat ketika pandemi virus corona ‘memukul’ dunia. Tak terkecuali bisnis makanan. Padahal, bisnis makanan menjadi salah satu sektor yang diproyeksi tahan banting di segala kondisi.

Faktanya, tak sedikit bisnis makanan gulung tikar di tengah pandemi. Salah satu yang menyita perhatian publik adalah NPC International.

Perusahaan pemegang lisensi Pizza Hut dan Wendys di Amerika Serikat (AS) ini mengajukan pailit. Pasalnya, utang perusahaan membengkak hingga US$1 miliar.

NPC international memiliki lisensi 1.200 Pizza Hut dan 400 Wendys di Amerika Serikat. Pengajuan pailit NPC mematahkan anggapan bisnis makanan kebal terhadap krisis.

Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia Levita Supit mengatakan tantangan yang dihadapi pebisnis waralaba (franchise) saat ini memang lebih berat ketimbang krisis 2008. Kekhawatiran atas virus corona telah menahan orang berbelanja dan membuat industri makanan terpuruk.

Kondisi terpuruk ini pun menghampiri perusahaan waralaba yang sebelumnya kuat dari segi penghasilan dan pertumbuhan di seluruh dunia. Dia memaparkan, di Indonesia tutupnya ratusan gerai KFC yang berdampak pada hampir 10 ribu pekerja adalah contoh paling gamblang.

Levita menilai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah menggerus omzet harian karena restoran hanya dapat melayani pesanan take-away, layanan pengantaran onlinehome delivery, atau drive-thru.

Perusahaan pemegang waralaba Pizza Hut yang terbesar di Amerika Serikat mengajukan kepailitan di Pengadilan Kepailitan Texas Selatan. NPC International, merupakan waralaba yang mengoperasikan Pizza Hut serta Wendy’s mengajukan restrukturisasi utang kepada kreditor secara bertahap.

Perusahaan yang mengoperasikan lebih dari 1.200 restoran Pizza Hut dan hampir 400 restoran Wendy’s ini telah berjuang di tengah beban utang US$1 miliar atau setara Rp14 triliun (kurs Rp14 ribu).

Perusahaan yang berbasis di Leawood, Kansas Amerika Serikat (AS) ini, mengajukan kebangkrutan sesuai Regulasi Kepailitan Bab 11. Dengan jenis kebangkrutan artinya, NPC bisa tetap beroperasi sambil mengupayakan perubahan model usaha.

“Penurunan pengakuan merek semakin diperburuk oleh penurunan inovasi menu dan kurangnya strategi jangka panjang yang jelas oleh Pizza Hut Franchisor untuk mengatasi masalah merek untuk memberikan identitas yang jelas dan berbeda,” bunyi arsip tersebut.

Pemegang waralaba terbesar dari restoran Pizza Hut di Amerika Serikat (AS), NPC International, mengajukan perlindungan kebangkrutan pada pekan ini. Langkah ini dikarenakan penutupan sejumlah gerai akibat penyebaran COVID-19 di AS yang tak kunjung henti.

NPC International di Kansas telah menandatangani perjanjian dukungan restrukturisasi melalui pemberi pinjaman secara substansial untuk mengurangi utang jangka panjang perusahaan dan memperkuat struktur modal perusahaan.

Perusahaan kini memiliki utang US$ 903 juta dan telah melakukan pra-negosiasi perjanjian restrukturisasi yang sekitar 90%-nya berasal dari pinjaman lien pertama dan 17% dari pemberi pinjaman kedua.

“Meningkatnya biaya komoditas dan tingkat leverage keuangan yang lebih tinggi menghadirkan tantangan bagi operator restoran,” kata kepala eksekutif dan presiden divisi Pizza Hut NPC, Jon Weber dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Forbes.