Gojek Tutup Layanan GoLife

Gojek Tutup Layanan GoLife

Gojek Tutup Layanan GoLife

Gojek Tutup Layanan GoLife, –  Akibat pandemi Corona Gojek tidak hanya melakukan PHK terhadap 430 karyawannya. Mereka juga menutup layanan GoLife karena dampak covid-19 untuk mengurangi penyebaran virus.

Wabah COVID-19 mengganggu sejumlah layanan milik Gojek. Hal ini terutama layanan dengan kontak fisik berkepanjangan. Sedangkan, pencegahan COVID-19 membutuhkan adanya physical distancing.

Oleh karena itu, layanan GoLife yaitu pijat GoMassage, jasa kebersihan GoClean menjadi sulit dilakukan lagi.

Layanan lain yang dihentikan adalah GoFood Festivals, food court yang ada di sejumlah lokasi di Indonesia karena sifatnya yang dapat mengundang keramaian.

“Layanan GoLife yang meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi, akan dihentikan,” kata Gojek dalam pernyataan resminya, Selasa.

Gojek saat ini memiliki sekitar 4.000 karyawan dengan 2 juta mitra go-ride dan sekitar 500.000 mitra go-food.

Gojek juga saat ini sedang menyelesaikan putaran investasi lebih dari US$ 3 miliar dengan valuasi US$ 10 miliar, bergabung dengan Facebook serta investor sebelumnya Tencent dan Google.

Keputusan ini diambil Gojek berdasarkan evaluasi atas situasi makro ekonomi.

Selain itu ada perubahan perilaku masyarakat yang menjadi lebih waspada terhadap aktivitas yang melibatkan kontak fisik ataupun kegiatan yang tidak memungkinkan untuk berjaga jarak.

Kedua bisnis ini, GoLife dan GoFood Festival membutuhkan interaksi jarak dekat, dan mengalami penurunan permintaan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir seiring dengan pandemi COVID-19. Aplikasi GoLife dapat digunakan hingga Juli 2020.

Dampak dari penutupan GoLife dan GoFood Festival adalah PHK terhadap 430 karyawan atau 9 persen dari total karyawan. Co-CEO Gojek Kevin Aluwi pun menyampaikan permintaan maaf dan ucapan terima kasih untuk kontribusi mereka selama ini.

“Secara pribadi, saya ingin meminta maaf untuk keputusan yang harus kita ambil. Kepada kalian yang harus meninggalkan Gojek, tolong diketahui bahwa ini adalah kesalahan kami berdua, saya dan Andre, bukan kalian. Kami memohon maaf kali ini telah mengecewakan kalian. Kami sangat berterima kasih bahwa kalian telah memberikan kontribusi berarti bagi kesuksesan Gojek selama bertahun-tahun,” kata Co-CEO Gojek Kevin Aluwi.

Sedangkan untuk ojol Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengizinkan kembali driver ojek online (ojol) mengangkut penumpang di tengah pandemi virus Corona.

Driver ojol hanya boleh mengangkut penumpang di zona kuning dan hijau, alias zona dengan risiko ringan dan aman.

Dalam SE Menteri Perhubungan Nomor 11 tahun 2020, Kemenhub meminta aplikasi penyedia jasa ojol untuk menyiapkan beberapa hal bagi para driver yang akan kembali mengangkut penumpang.

Salah satunya, Kemenhub menyarankan perusahaan aplikasi untuk menyediakan alat sekat untuk penumpang dan pengemudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *