Bahan Pembasmi Serangga

Bahan Pembasmi Serangga

Bahan Kimia Pembasmi Serangga (Insektisida)

Bahan Pembasmi Serangga. Membahas mengenai pembasmi serangga, Anda mungkin tidak asing dengan namanya nyamuk. Serangga pengganggu yang kerjaannya menghisap darah ini sering kita jumpai di rumah tangga, apalagi jika daerah tersebut kumuh dan kotor. Nyamuk adalah serangga pengganggu di rumah tangga yang paling dominan terutama di kota-kota dataran rendah.

Oleh karena itu anti nyamuk (obat nyamuk) merupakan bahan yang paling diperlukan masyarakat sehari-hari. Anti nyamuk merupakan salah satu Bahan Kimia Pembasmi Serangga (Insektisida). Anti nyamuk dikemas sesuai dengan cara-cara aplikasinya; ada yang dibakar, difumigasi secara elektrik, dioleskan pada permukaan kulit, dan disemprotkan.

Khasiat dari bahan pengusir atau pembasmi serangga ditentukan oleh bahan kimia (bahan aktif) yang terkandung di dalamnya. Apakah bahan kimia pada pembasmi serangga aman digunakan? Anda jangan terkecoh dengan iklan-iklan di televisi yang menayangkan bahwa obat pembasmi nyamuk aman digunakan. Sebenarnya obat anti nyamuk yang berbahan kimia seperti yang ditayangkan di televisi sangat tidak baik untuk kesehatan.

Untuk saat ini, zat aktif pada pembasmi serangga khususnya obat nyamuk yang dapat ditolerir dan relatif aman  adalah transfluthrin, bioallethrin, d-allethrin, pralethrin, dan cyphenothrin. Mungkin keefektivannya membunuh nyamuk kurang bisa diandalkan, terutama jenis nyamuk Culex sp. Namun, zat tersebut mampu membuat nyamuk menyingkir dari tempat Anda

Transflutrin

Pada umumnya bahan kimia yang terdapat pada obat pembasmi serangga adalah TransflutrinTransflutrin adalah salah satu contoh bahan aktif anti nyamuk berbentuk padatan lingkar berwarna hijau. Anti nyamuk bakar ini diambil khasiatnya melalui asapnya yang menyebar ke seluruh ruangan. 

Transfluthrin relatif aman hingga saat ini. Apabila dipakai selama empat jam bisa menurunkan kadar eritrosit atau sel darah merah, yang berakibat orang tersebut akan menderita anemia. Transfluthrin sendiri dianggap sebagai salah satu insektisida Pirethroid yang cepat bertindak dengan persistensi rendah. Insektisida Pirethroid memiliki efek yang sangat spesifik pada sel syaraf serangga, sehingga hanya jumlah yang sangat kecil dibutuhkan untuk menghasilkan efek yang diperlukan.

Bioallethrin

S-Bioallethrin adalah suatu pyrethroidinsectisida dengan suatu spektrum aktivitas luas. Bisa bereaksi dengan kontak langsung dan mempunyai karakteristik efek “a strong knock down” (efek langsung jatuh pada serangga). Bahan ini aktif pada serangga yang terbang dan merayap khususnya pada nyamuk, lalat, tawon, lipas, kutu, semut, dan lain lain.

Deltametrin

Terdapat pada kapur bagus. Deltametrin merupakan salah satu piretroidester. Piretroid ini memiliki mekanisme menghasilkan racun atau toksin dan menyebabkan kelumpuhan organisme. Zat tersebut menyebabkan kelumpuhan dengan cara menjaga saluran natrium tetap terbuka dimembran saraf dari suatu organisme. Sehingga dengan terbukanya saluran natrium tersebut saraf tidak dapat terangsang kembali sehingga menyebabkan kelumpuhan.

Propoxur

Propoxur adalah senyawa karbamat (senyawa kerabat dari MIC, pernah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kerusakan syaraf ratusan ribu orang lainnya dalam kasus Bhopal di India) yang telah dilarang penggunaannya di luar negri karena diduga kuat sebagai zat karsinogenik. Mekanisme aksi Propoxur berupa penghambatan enzim acetyl cholinesterase. Enzim ini normalnya bertanggung jawab untuk destruksi dari asetilkolin (neurotransmitter). Karbamat ini akan menghasilkan kontraksi otot spontan pada serangga yang diikuti oleh kelumpuhan/paralisis.

Dalam jangka panjang, orang yang terpapar zat ini akan menurun aktivitas enzim untuk  saraf transmisi dan berpengaruh buruk pada hati dan sistem reproduksi. Maka, perhatikan kadarnya jika obat nyamuk Anda terdapat zat ini. Di Indonesia, penggunaannya belum dilarang. Berdasarkan peringkat bahan kimia berbahaya yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Propoxur menduduki peringkat kedua sebagai produk berbahaya setelah dichlorvos.

Dichlorvos atau DDVP (dichlorovynil dimetyl phosfat)

Bahkan ada juga obat nyamuk yang menggunakan DDVP atau dichlorvos yang merupakan zat turunan chlorine, yang sejak puluhan tahun dilarang penggunaannya di dunia. Berdasarkan peringkat bahan kimia berbahaya yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diklorvos menduduki peringkat kesatu sebagai produk paling berbahaya. Jika terkena paparan zat ini dalam jangka panjang, menyebabkan kerusakan syaraf, mengganggu pernafasan, jantung, sistem reproduksi, dan memicu kanker. Kalau obat nyamuk mengandung zat ini, segera tinggalkan.

Diethyltoluamide atau DEET

Zat ini biasanya ada pada obat anti nyamuk berupa cairan atau lotion. Cara kerja DEET adalah akan memanipulasi bau dan rasa yang berasal dari kulit dengan menghambat reseptor asam laktat pada antenna nyamuk sehingga mencegah nyamuk mendekati kulit. Selain itu, mekanisme aksinya dengan cara menghambat aktivitas system saraf pusat dan enzima cetylcholinesterase serangga maupun mamalia. Enzim ini terlibat dalam hidrolisis neuro transmitter asetilkolin, sehingga mempunyai peranan penting dalam mengendalikan neuron otot.

Oleh karena itu, DEET digunakan untuk memblokir acetylcholinesterase yang mengarah pada akumulasi yang berlebihan asetilkolin pada celah sinaptik yang menyebabkan kelumpuhan dan kematian neuromuskuler karena sesak nafas pada serangga maupun mamalia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *