Penghargaan Nobel Kimia Beri Harapan Baru untuk Penyuntingan Gen

35 735x400 - Penghargaan Nobel Kimia Beri Harapan Baru untuk Penyuntingan Gen

Penghargaan Nobel Kimia Beri Harapan Baru untuk Penyuntingan Gen

Penghargaan Nobel Kimia Beri Harapan Baru untuk Penyuntingan GenGen (dari bahasa Belanda: gen) adalah unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA yang melekat/berada di suatu protein.  Dan polipeptida, atau seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Batasan modern gen adalah  suatu lokasi tertentu pada genom yang berhubungan dengan pewarisan sifat.  Dan dapat dihubungkan dengan fungsi sebagai regulator (pengendali), sasaran transkripsi, atau peran-peran fungsional lainnya.

Penggunaan “gen” dalam percakapan sehari-hari (misalnya “gen cerdas” atau “gen warna rambut”) sering kali bermaksud untuk alel. Pilihan variasi yang tersedia oleh suatu gen. Meskipun ekspresi alel dapat serupa, orang lebih sering menggunakan istilah alel untuk ekspresi gen yang secara fenotipik berbeda.

Penghargaan Nobel di bidang pengobatan akan mereka berikan pada peneliti Amerika dan Inggris atas penemuan terbaru mengenai virus Hepatitis C. Lalu, pada Selasa penghargaan Nobel di bidang Fisika akan mereka berikan  kepada tiga peneliti atas daftar idn poker deposit pulsa penemuan terbaru. Mengenai “rahasia tergelap alam semesta”, yakni lubang hitam.

Pada Rabu (7/10/2020), penghargaan Nobel di bidang Kimia pun akan mereka berikan kepada dua profesor Amerika Serikat (AS) – Prancis, Jennifer A. Doudna & Emmanuelle Charpentier, yang telah menemukan gebrakan terbaru untuk penyuntingan gen, yaitu “gunting genetika” untuk CRISPR-Cas9.

1. Gunting genetika CRISPR-Cas9, harapan baru untuk mengedit gen makhluk hidup

“Gunting genetika” CRISPR-Cas9 yang merupakan temuan oleh Doudna dan Charpentier memaksudkan akan merubah cara pandang ilmu pengetahuan molekuler untuk mengubah struktur DNA makhluk hidup, dari manusia, hewan, tumbuhan, hingga mikroorganisme dengan akurasi tinggi.

Bukan hanya untuk pemuliaan tanaman, sumber dari siaran pers komite Nobel, “gunting genetika” CRISPR-Cas9 tersebut bisa memberi pondasi untuk terapi kanker yang lebih inovatif dan efektif, serta mewujudkan harapan untuk sembuh penyakit genetik.

Saat mengumumkan pemenangnya, Göran K. Hansson, sekretaris jenderal Akademi Ilmu Pengetahuan Swedia, mengatakan bahwa penemuan ini dapat “menuliskan kembali kode kehidupan”. Pada 2019, penghargaan Nobel dlm bidang Kimia dianugerahkan pada tiga peneliti atas penemuan baterai litium ion.

2. Kisah penemuan gunting genetika CRISPR/Cas9, berawal dari bakteri

Molekul tracrRNA tersebut adalah bagian dari sistem imun CRISPR-Cas yang mematikan virus dengan “menggunting” DNA-nya. Setelah menemukan “gunting DNA” tersebut, Charpentier dan Doudna kemudian mengisolasi CRISPR-Cas tersebut dalam tabung reaksi dan menyederhanakan komponennya agar mudah digunakan.

Ternyata, “gunting DNA” tersebut dapat diprogram ulang agar bisa “memotong” DNA virus di lokasi yang telah ditentukan! Temuan Charpentier dan Doudna, “A programmable dual-RNA-guided DNA endonuclease in adaptive bacterial immunity“, dirilis pada Agustus 2012.

Sejak saat itu, penggunaan “gunting genetika” CRISPR-Cas9 menjamur, dari berkontribusi pada penelitian tanaman unggul hingga inovasi pada uji klinis terapi kanker yang baru. Untuk penyakit genetik, “gunting genetika” CRISPR-Cas9 diuji untuk menyembuhkan anemia sel sabit, penyakit genetik yang diderita jutaan orang di dunia.

3. Charpentier dan Doudna jadi kelompok wanita pertama yang memenangkan penghargaan Nobel

Penghargaan Nobel di berbagai bidang dari sains hingga kemanusiaan ditujukan untuk menghormati penemu dan peneliti asal Swedia, Alfred Nobel, yang wafat pada 1896. Dalam sejarah 185 pemenang Nobel di bidang kimia, salah satu penghargaan tertinggi sains tertinggi itu sudah dianugerahi untuk 7 wanita.

Charpentier dari University of Berkeley, AS, dan Doudna dari Max Planck Unit for the Science of Pathogens, Jerman, adalah pemenang ke-6 dan ke-7, serta kelompok wanita pertama yang memenangkan penghargaan tersebut. Kedua peneliti akan mendapatkan hadiah sebesar 10 juta krona Swedia (Rp16,2 miliar).

“Saya harap penghargaan Nobel ini mendorong para gadis muda yang ingin mengejar impiannya dalam bidang sains dan menunjukkan bahwa wanita pun bisa berdampak pada kemajuan sains melalui berbagai penelitian,” papar Charpentier dalam konferensi pers.

4. Pakar: Gunting genetika adalah ladang ranjau untuk penghargaan Nobel
scissors b49524c04cf95e3e6dea404ce99b54bc - Penghargaan Nobel Kimia Beri Harapan Baru untuk Penyuntingan Gen

Beberapa ahli menyatakan bahwa penganugerahan penghargaan Nobel untuk Charpentier dan Doudna bisa menjadi “ladang ranjau” untuk kredibilitas Nobel. Selain banyaknya peneliti yang meneliti CRISPR, hal ini disebabkan oleh teknologi CRISPR yang patennya diperebutkan di AS.

Selain itu, tanpa adanya regulasi yang jelas dari pemerintah, “gunting genetika” CRISPR/Cas9 bisa membuka jalan untuk designer baby, bayi yang kode genetiknya sudah dimodifikasi, sehingga melanggar kode etik. Jika bayi-bayi ini tumbuh dan beranak-pinak, maka modifikasi gen tersebut bisa diwariskan pada keturunan selanjutnya.

5. Kasus He Jiankui: Menciptakan designer baby yang kebal HIV
he f7bc3cd8188506048500bbb21c0a7107 - Penghargaan Nobel Kimia Beri Harapan Baru untuk Penyuntingan Gen

Berbicara mengenai designer baby, maka dunia ingat akan kasus pada akhir 2019 yang melibatkan peneliti dari Southern University of Science and Technology di Shenzhen, Tiongkok, He Jiankui.

Pada November 2018, Jiankui memperkenalkan bayi perempuan kembar, Lula dan Nana, dan mengklaim bahwa mereka kebal HIV sesudah memodifikasi gen CCR5-nya. Meneliti embrio manusia tanpa izin, eksperimen Jiankui dikecam oleh dunia karena melanggar etika sains. Tidak hanya itu, ternyata Jiankui memalsukan dokumen agar penelitiannya lolos peninjauan etika dan embrio tersebut bisa langsung ditanamkan.

Akhirnya, Jiankui ditangkap dan divonis tiga tahun penjara serta denda tiga juta yuan. Sementara, bayi Lulu dan Nana dipantau secara medis oleh pemerintah provinsi Guangdong