Pemerintah Uganda Pulihkan Internet Setelah 5 Hari Pemadaman

46. 735x400 - Pemerintah Uganda Pulihkan Internet Setelah 5 Hari Pemadaman

Pemerintah Uganda Pulihkan Internet Setelah 5 Hari Pemadaman

Pemerintah Uganda Pulihkan Internet Setelah 5 Hari Pemadaman – Republik Uganda adalah sebuah negara di Afrika Timur. Negara yang mendapat julukan “Mutiara Afrika” oleh Winston Churchill ini berbatasan dengan Kenya di sebelah timur, Sudan di utara, Republik Demokratik Kongo di barat, Rwanda di barat daya, dan Tanzania serta Danau Victoria di selatan.

Setelah lima hari warga Uganda tidak bisa mengakses internet pada Senin, 18 Januari jaringan akses internet di Uganda telah di pulihkan kembali oleh pihak berwenang.

Pemadaman internet dilakukan untuk mengurangi akses informasi selama pemilu yang berlangsung Kamis, 14 Januari. Hasil pemilu telah keluar dan Presiden Yoweri Museveni unggul jauh dari  pesaing utamanya idn poker apk  Bobi Wine, yang kini sedang menjadi ‘tahanan rumah’.

1. Media sosial masih dilarang
photo 1579869847557 1f67382cc158 b0ddb29ced0d0386e2acf5cda1070f5a ae705ff555bfbacb02b3f08427dede5f - Pemerintah Uganda Pulihkan Internet Setelah 5 Hari Pemadaman

Melansir dari media Uganda Dalily Monitor, akses internet di Uganda di padamkan pada 13 Januari sehari sebelum pemilihan presiden dan legislatif, yang membuat masyarakat kecewa karena tidak memperoleh informasi dan tidak bisa membagikan informasi. Setelah lima hari pemadaman pihak berwenang memulihkan kembali jaringan internet secara bertahap.

Pemadaman internet yang menghambat arus informasi selama pemilu telah memicu protes masyarakat, kelompok hak asasi manusia dan politisi oposisi. Sementara itu Perdana Menteri Ruhakana Rugunda yang menyampaikan bahwa penutupan sementara akses internet untuk mencegah adanya ancaman dan timbulnya kekerasan, yang di sampaikanya pada hari Minggu.

Meski koneksi internet telah di pulihkan kembali, namun berdasarkan pantauan Daily Monitor, pada pukul 14.30 akses ke media sosial populer seperti Facebook, Twitter dan Instagram masih tidak bisa, untuk mengakses butuh menggunakan Jaringan Pribadi Virtual (VPN). Sampai saat ini belum ada keterangan kapan media sosial bisa diakses kembali seperti biasanya.

Presiden Yoweri Museveni pada 12 Januari telah menangguhkan Facebook tanpa batas waktu, ia menuduh Facebook tidak adil karena dianggap mendukung politisi oposisi. “Jika akan beroperasi di Uganda, itu harus di gunakan secara adil. Jika mereka ingin beroperasi melawan NRM (Partai Gerakan Perlawanan Nasional), mereka tidak akan beroperasi di Uganda,” kata presiden Uganda tersebut.

Penutupan internet untuk membatasi arus informasi selama musim politik juga pernah di lakukan oleh Republik Demokratik Kongo, Sudan, Ethiopia, dan India.

2. Hasil pemilu Uganda
Pemilu(2) - Pemerintah Uganda Pulihkan Internet Setelah 5 Hari Pemadaman

Melansir dari VOA News, hasil pemilihan presiden di Uganda telah keluar dengan perolehan suara untuk Yoweri Museveni yang merupakan presiden saat ini memperoleh suara sebesar 59 persen unggul jauh dari penantang utamanya Bobi Wine 35 persen.

Dalam pemilihan parlemen partai yang saait ini berkuasa NMR memperoleh 316 kursi, namun, Platform Persatuan Nasional( NUP) yang di pimpin oleh Bobi mampu memperoleh 56 kursi, mengalahkan beberapa menteri pemerintahan saat ini.

Menurut analis politik, Godber Tumushabe, kalah bersaingnya menteri dan wakil presiden dalam pemilihan parlemen menunjukkan bahwa warga saat ini kurang mempercayai pemerintah dan presiden saat ini.

“Karena belum pernah terjadi sebelumnya bahwa Anda dapat membuat seluruh Kabinet tersapu. Museveni malu untuk mereformasi kabinetnya, sekarang para pemilih telah membantunya untuk merombaknya. Fakta bahwa semua menterinya telah kalah, kita seharusnya bertanya, bagaimana Museveni menang?”

Melansir dari Anadolu Agency, pada persiapan pemilu kali ini 50 warga Uganda telah kehilangan nyawa akibat kekerasan pihak berwenang. AS dan UE juga telah menyampaikan bahwa pemilu Uganda kurang transparan, yang membuat hasil pemilu di pertanyakan kredibilitasnya, meski Presiden Yoweri dalam pidato kemenangan menyampaikan bahwa pemilihan kali ini paling bebas dari kecurangan, namun tetap saja hasilnya telah menimbulkan kecurigaan, kemenangannya yang keenam kali memperpanjang kekuasaanya sampai 40 tahun.

Komisi Pemilihan Uganda juga telah mengabaikan hasil dari lebih dari 1.200 TPS. Yang paling terpengaruh adalah di Kampala, Wakiso dan Mukono. Semua kubu oposisi. Di wilayah Kampala, Wakiso dan Mukono Bobi meraih suara masing-masing sekitar 73 persen. 75 persen dan 72 persen suara, sementara Presiden Yoweri masing-masing mengumpulkan 24 persen. Lalu 24 persen dan 26 persen suara.

Bobi Wine mengatakan memiliki bukti adanya kecurangan. Dia memiliki rekaman video dari kotak suara, yang berisi tentara memaksa orang untuk memilih. “Kami menempatkan semua opsi non-kekerasan, semua hukum dan semua opsi konstitusional di atas meja,” katanya.

3. Orang-orang di larang bertemu Bobi Wine
er7mkohxiaebett b0ddb29ced0d0386e2acf5cda1070f5a 3c4a2005c82462837afe0310f41e636e - Pemerintah Uganda Pulihkan Internet Setelah 5 Hari Pemadaman

Melansir dari VOA News, kandidat presiden dan pemimpin NUP, Bobi Wine telah menolak hasil pemilu yang menurutnya ada kecurangan. NUP bisa menggugat hasil pemilu melalui pengadilan, namun Bobi Wine tidak bisa di kunjungi. Di karenakan area rumahnya telah di jaga oleh petugas keamanan, ia di jaga layaknya tahanan.

Pengacara Bobi, Benjamin Katana telah mencoba mengunjunginya pada hari Senin pagi. Namun tidak bisa bertemu pemimpin mereka para petugas menghalangi mereka untuk bertemu. Bobi belum bisa keluar rumah setelah melakukan pemilihan di hari Kamis.

Petugas keamanan di kabarkan menangkap orang-orang yang mencoba bertemu dengan Bobi.  Dengan tuduhan bahwa mereka akan menghasut orang untuk memprotes hasil pemilihan presiden. Anggota oposisi terkemuka parlemen Hon Francis Zaake di tangkap ketika ingin mengunjungi Bobi Wine pada hari Jumat. Dan ia saat ini di kabarkan berada di rumah sakit menjalani perawatan setelah di pukul petugas.

Polisi telah berjaga di kawasan  di sekitar rumah Bobi dengan alasan dapat menimbulkan masalan. Menurut penyampaian Fred Enanga, juru bicara kepolisian Uganda, mengatakan bahwa intelijen telah memperoleh informasi mengenai kemungkinan timbulnya kekerasan.

“Menghasut situasi kerusuhan dan demonstrasi protes hasil pemilu. Begitulah cara Anda mengetahui bahwa kami telah mempertahankan perlindungan keamanan di sekitar Kasangati dan Magere. Gerakannya di kendalikan. Bukan karena orang di blokir, pengacara dan sebagainya.”

Kekerasan sempat terjadi pada pengumuman hasil pemilu yang menimbulkan protes di beberapa tempat di dekat wilayah ibu kota. Dalam kerusuhan tersebut pasukan keamanan memastikan dua orang tewas dan 23 orang di tahan.