Daftar Elemen Kimia yang Paling Berbahaya Bagi Manusia

46 - Daftar Elemen Kimia yang Paling Berbahaya Bagi Manusia

Daftar Elemen Kimia yang Paling Berbahaya Bagi Manusia

Daftar Elemen Kimia yang Paling Berbahaya Bagi Manusia – Kimia adalah cabang dari ilmu fisik yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi. Ilmu kimia meliputi topik-topik seperti sifat-sifat atom, cara atom membentuk ikatan kimia untuk menghasilkan senyawa kimia, interaksi zat-zat melalui gaya antarmolekul yang menghasilkan sifat-sifat umum dari materi, dan interaksi antar zat melalui reaksi kimia untuk membentuk zat-zat yang berbeda.

Elemen kimia atau unsur kimia biasa kita temukan di tabel periodik. Namun, orang Yunani Kuno, mengira hanya ada empat elemen – udara, tanah, api, dan air. Untuk menyederhanakannya, mari kita ambil definisi ahli kimia abad ke-17 Robert Boyle: unsur kimia adalah zat yang tidak dapat di pecah menjadi komponen yang lebih kecil dan berbeda.

Elemen kimia bisa di temukan di bumi tempat kita berpijak, dan terjadi secara alami, tetapi ada juga beberapa elemen yang di download sbobet buat di laboratorium. Oksigen adalah elemen kimia yang bermanfaat bagi manusia. Namun, ada beberapa elemen kimia yang sangat berbahaya. Bahkan elemen ini dapat membunuh kita dengan cara yang mengerikan.

1. Plutonium – Jantung senjata paling mematikan di dunia 

Plutonium adalah jantung dari salah satu senjata paling dahsyat yang pernah ada di dunia – ribuan orang terbunuh ketika bom atom di jatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki selama Perang Dunia II. Senyawa (Plutonium), menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, adalah logam keperakan yang akan berubah menjadi kuning ketika terpapar udara. Ia juga memancarkan partikel alfa, yang artinya mudah di hirup: partikel masuk ke paru-paru, memasuki aliran darah, beredar ke seluruh tubuh, dan dapat membahayakan. Bahkan, fisikawan Los Alamos Harry Daghlian dan Louis Slotin menemukan betapa mematikannya plutonium.

Saat itu, AS tidak yakin berapa banyak bom yang di perlukan untuk menghancurkan Jepang. Sebenarnya ada bom ketiga yang di buat – di juluki inti iblis. Dan pada Agustus 1945, Daghlian melakukan beberapa percobaan (Science Alert mengatakan bahwa itu di juluki  “ekor naga”) ketika dia secara tidak sengaja menjatuhkan batu bata di inti tersebut. Reaksinya: kritikalitas (reaktor nuklir yang kritis karena laju produksi neutron sebanding dengan laju hilangnya neutron sehingga terjadi reaksi berantai), dan dosis radiasinya mematikan. Dia meninggal hanya 25 hari kemudian.

Setahun kemudian, Slotin melakukan eksperimen serupa dengan menjatuhkan obeng. Hasilnya sama, super kritikalitas, kilatan biru, dan dosis radiasi yang mematikan. Siaran pers menggambarkannya sebagai “sengatan matahari tiga dimensi,” dan dia meninggal dalam sembilan hari.

2. Sesium – Pembakaran spontan

Sesium adalah serangkaian struktur halus yang terlihat seperti kepingan salju di bawah mikroskop. Ia memiliki warna emas metalik. Popular Mechanics mengatakan bahwa elemen kimia ini lebih mahal daripada emas. Namun, sesium tidak bisa di buat perhiasan, karena ia bisa bereaksi dengan segalanya. Jika sesium terpapar ke udara terlalu lama, ia akan terbakar menjadi api berwarna merah muda dan ungu. Jika di masukan ke dalam air, ia akan meledak – bahkan jika suhu turun hingga -177 derajat Fahrenheit.

Dan unsur kimia ini cukup mematikan meski isotopnya cukup stabil. Pada tahun 1987, beberapa orang mencuri sesium 137 dari mesin terapi kanker di Institut Radioterapi Goiania di Brasil. Dalam beberapa hari, mereka jatuh sakit, dan di diagnosis keracunan radiasi. Empat orang meninggal, 100.000 orang di area sekitar menjalani pemantauan, beberapa lainnya di rawat di rumah sakit, dan 40 rumah di nyatakan sangat radioaktif.

Jadi, apakah elemen kimia ini bisa digunakan? Tentu saja iya. Pada tahun 1967, spektrum emisi caesium di gunakan untuk menetapkan definisi waktu dan panjang. Yang masih di gunakan sampai sekarang di beberapa jam atom dunia, karena sangat akurat untuk memantau waktu riset.

3. Merkuri – unsur yang menyebabkan halusinasi hingga kerusakan organ tubuh

Menurut DW, merkuri akan berubah menjadi uap pada suhu kamar, dan uap itu mudah terhirup karena tidak terlihat, tidak berbau, dan larut dalam minyak atau lemak. Nah, ketika terhirup, merkuri di serap dengan sangat mudah dan cepat ke dalam tubuh manusia, masuk ke paru-paru, darah, dan otak. Hal ini bisa menimbulkan kelumpuhan, gangguan tidur, dan anehnya, perubahan pada tulisan tangan: korban keracunan merkuri tidak dapat menulis dalam garis lurus.

Pada abad ke-18, belum ada standar keselamatan kerja dan keracunan merkuri sudah umum terjadi dalam pembuatan topi. Pada masa itu, banyak topi yang di buat dari kulit binatang, yang di ubah menjadi kain felt dengan bantuan merkuri nitrat. Paparannya menyebabkan hal-hal seperti halusinasi, kesulitan mengendalikan emosi, dan gangguan bicara.

4. Radium – Sinar mematikan

Menurut LiveScience, radium ditemukan oleh Marie dan Pierre Curie pada tahun 1898, dan dinamai dari kata Latin yang berarti “sinar”. Sejak awal mereka tahu bahwa radium mengeluarkan radiasi sekitar tiga juta kali lebih tinggi daripada yang dilepaskan oleh uranium. Radium bisa masuk ke dalam tubuh jika terhirup atau tertelan, dan bisa menyebabkan hal yang mengerikan. Biasanya dampaknya muncul dalam jangka panjang.

Radium bersifat glow in the dark, di antaranya digunakan untuk dial jam tangan yang menyala. Meskipun skala kecil, radiasinya sama mematikannya, lho. Kita ambil kisah dari pekerja pabrik Gadis Radium, pelukis dial arloji yang menggunakan cat radium bercahaya. Mereka biasanya akan menjilat kuas lukisan agar tetap runcing. Akibatnya, mereka terpapar radiasi, beberapa di antaranya mengidap kanker, dan yang lainnya meninggal.

Diyakini – radium memiliki sifat kuratif (pengobatan). Bahkan radium bisa ditemukan dalam pasta gigi hingga minuman kesehatan, dan salah satu produk itu adalah Radithor, air infus radium yang dipromosikan oleh seorang industrialis bernama Eben Byers, seperti yang dikutip dari Medium. Selama lima tahun, dia minum sekitar 1.400 botol. Namun setelahnya, dia mengidap kanker. Hal ini juga berdampak pada wajahnya, dagu dan rahang bawahnya membusuk. Tubuhnya seolah digerogoti oleh efek radium tersebut, sampai akhirnya ia meninggal dunia.

5. Fluorin – gas berbahaya bagi manusia 

Menurut Laboratorium Nasional Los Alamos, ahli kimia butuh waktu 74 tahun untuk mengisolasi fluorin. Mengingat jumlah orang yang keracunan, mengalami kebutaan, atau terbunuh, sungguh mengejutkan. Unsur kimia ini menyerupai gas yang sangat korosif, dan unsur ini menjadi salah satu elemen paling reaktif di tabel periodik. Gas fluorin juga bisa membakar air, logam, dan kaca.

Lateral Science mengatakan bahwa mengisolasi fluorin sangat sulit dilakukan. Bahkan, ahli kimia seperti Humphrey Davy, George dan Thomas Knox keracunan gas ini, P. Louyet dan Jerome Nickels keduanya meninggal akibat keracunan juga.

Lalu, apa fungsi fluorin? Chemicool mengatakan bahwa bagian dari senyawa natrium fluorida ini digunakan untuk unit pendingin udara, dan juga bahan bakar roket, serta dalam pembuatan uranium.

6. Aktinium – dapat mengubah tingkat genetik manusia

Pada tahun 1899, asisten Marie Curie, Andre-Louis Debierne, menemukan zat baru dari bijih-bijih uranium. Dia menamakannya dari kata Yunani “ray” (sebagai lawan dari kata radium, yang berasal dari bahasa Latin), zat ini sangat radioaktif. Bahkan The Guardian menyebut aktinium ini sangat buruk untuk kehidupan, meskipun unsur kimia ini memiliki cahaya biru yang indah.

Menurut Lenntech, aktinium memiliki radioaktivitas yang sama dengan plutonium, dan bahkan dalam dosis rendah dapat menyebabkan kerusakan besar pada tingkat genetik. Jika paparan itu berlanjut, kerusakannya bersifat kumulatif. Yang dapat menyebabkan leukemia, berbagai kanker, kelainan bentuk, dan kematian bayi. Dan ini hanyalah jumlah terkecil – terutama aktinium-227. Ada kemungkinan elemen ini memiliki sisi positifnya, pada tahun 2018, para peneliti Departemen Energi melaporkan beberapa keberhasilan serius dalam merawat pasien kanker prostat stadium akhir dengan aktinium-225.